Majene, – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Majene kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal. Lewat kegiatan bertajuk Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah, Dikpora Majene berupaya menghidupkan kembali bahasa Mandar sebagai identitas dan warisan luhur masyarakat Mandar.
Kegiatan yang digelar di SMP Negeri 2 Majene ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Dikpora, Andi Asraf Tammalele, S.Sos., para narasumber, serta perwakilan guru dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Majene. Sebanyak 43 peserta dari 40 sekolah dasar dan 3 sekolah menengah pertama di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur turut ambil bagian.
Dalam sambutannya, Andi Asraf menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang harus terus digalakkan. “Bahasa Mandar adalah roh kebudayaan kita. Jika kita tidak menjaganya, maka generasi mendatang akan kehilangan bagian penting dari jati diri mereka,” tegasnya.
Program revitalisasi ini merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Pendidikan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sebelumnya, sepuluh guru dari Kabupaten Majene telah mengikuti bimbingan teknis di Sulawesi Selatan pada Mei 2025 sebagai bagian dari persiapan program ini.
Menariknya, kegiatan ini terselenggara berkat sinergi dan kontribusi dari para fasilitator serta pihak sekolah tanpa dukungan anggaran khusus. Hal ini mencerminkan semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan dan budaya lokal.
Ke depan, Dikpora Majene berencana memperluas pelaksanaan program revitalisasi ini ke delapan kecamatan lainnya. Dengan begitu, semangat menjaga dan merawat bahasa Mandar diharapkan dapat tumbuh di seluruh pelosok Kabupaten Majene.
“Melestarikan bahasa daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Mari kita mulai dari ruang kelas, dari para guru, hingga ke tengah-tengah masyarakat,” tutup Andi Asraf penuh semangat.








