Berita  

Warga Polman Keluhkan Drainase Tersumbat, Air Bercampur Sampah Meluber hingga Masuk Rumah

Fhoto : Salah satu rumah yang terdampak cukup parah adalah milik Serman, Koordinator Wilayah Fakta Delik.

BoyangMandar, Polewali Mandar — Warga Dusun Sappoang, Desa Patampanua Rea, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), kembali dikeluhkan dengan persoalan drainase yang buruk. Air bercampur sampah dari saluran pembuangan kerap meluap dan masuk ke rumah-rumah warga, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Salah satu rumah yang terdampak cukup parah adalah milik Serman, Koordinator Wilayah Fakta Delik. Menurutnya, luapan air terjadi akibat pendangkalan saluran drainase dan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

Baca Juga  Emil Audero Mulyadi, Joey Mathijs Pelupessy dan Dean Ruben James Resmi WNI, Melengkapi Skuad Timnas Indonesia

“Setiap musim hujan, air bercampur lumpur dan sampah dari drainase selalu meluber dan masuk ke rumah. Ini sudah sering terjadi, tapi belum ada penanganan serius,” ujar Serman dengan nada kesal.

Banjir yang terjadi pada Jumat, 4 Juli 2025, itu menyebabkan kerusakan cukup serius pada rumah dan barang-barang milik Serman. Ia memperkirakan kerugian mencapai jutaan rupiah. Meski belum ada laporan resmi mengenai total kerusakan, warga setempat telah mulai melakukan pembersihan secara swadaya.

Baca Juga  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR/PERKIM Kabupaten Polewali Mandar, segera turun tangan untuk melakukan normalisasi saluran drainase yang sudah lama mengalami pendangkalan.

“Saya sangat berharap instansi terkait segera melakukan pengerukan saluran. Jangan tunggu sampai ada korban lebih banyak,” imbuh Serman.

Baca Juga  Polres Polman Tangkap 2 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika pada pergantian tahun 2025

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi warga sekitar yang merasa khawatir setiap kali hujan turun. Mereka meminta pemerintah lebih sigap dalam merespons keluhan masyarakat terkait infrastruktur dasar, terutama sistem drainase yang menjadi kebutuhan vital di kawasan padat penduduk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *