POLMAN – Musibah kebakaran besar melanda Dusun I Galung Tulu, Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sabtu malam (28/2/2026) sekitar pukul 20.20 WITA. Peristiwa nahas itu terjadi saat sebagian besar warga tengah melaksanakan salat tarawih di bulan suci Ramadan.
Menurut Keterangan Sedikitnya 29 unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar dan rata dengan tanah, rusak berat 5 dan rusak ringan 3 akibat kobaran api yang dengan cepat menjalar di kawasan permukiman padat tersebut. Api baru berhasil dipadamkan secara total pada Minggu dini hari (1/3/2026) sekitar pukul 02.30 WITA, setelah petugas berjibaku selama lebih dari enam jam.
Puluhan Personel dan Armada Dikerahkan
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Polman, Arifin Halim, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya langsung merespons laporan warga dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia.
Sebanyak 40 personel diterjunkan ke lokasi kejadian, didukung tujuh unit mobil induk Damkar, tiga unit mobil pemadam dari kecamatan, serta satu unit bantuan dari Kabupaten Majene. Seluruh armada pemadam yang tersedia di Polman dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Namun proses pemadaman tidak berjalan mudah. Akses jalan menuju lokasi kebakaran, termasuk jalur ke sumber air alternatif di pinggir laut, dipadati warga yang datang menyaksikan kejadian.
“Salah satu kendala terbesar adalah jalur menuju laut yang menjadi sumber air utama terhalang oleh massa. Jika akses tidak tertutup, proses penyedotan air bisa lebih cepat dan api kemungkinan tidak menjalar seluas ini,” ungkap salah seorang petugas Damkar.
Diduga Berasal dari Satu Rumah, Api Cepat Menyebar
Berdasarkan pantauan awal, api diduga pertama kali muncul dari rumah milik warga bernama Pua Rahim. Kobaran api kemudian merambat ke rumah milik Haji Ahmat dan dengan cepat menyebar ke bangunan lain yang berdempetan.
Aparat kepolisian dari Polres Polman langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan. Kasat Reskrim AKP Budi Adi, SH., MH., bersama jajaran, termasuk personel Polsek Tinambung dan anggota TNI dari Koramil Tinambung, melakukan pendataan korban serta olah tempat kejadian perkara.
“Kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan guna memastikan penyebab pasti kebakaran,” ujar Ipda Aswar Anas, SH selaku Perwira Pengawas Polres Polman.
Kerugian Ratusan Juta Rupiah, Satu Korban Jiwa
Selain menghanguskan 28 rumah, kebakaran juga memusnahkan berbagai harta benda milik warga. Salah seorang korban, Sawal, mengaku kehilangan tiga unit sepeda motor, dokumen penting seperti Kartu Keluarga, KTP, dan ijazah, ternak ayam, hingga perahu miliknya.
“Yang tersisa hanya pakaian yang kami kenakan. Rumah benar-benar habis, tidak ada yang bisa diselamatkan,” tuturnya dengan nada pilu.
Data sementara mencatat, selain rumah tinggal, dua perahu jenis lepa-lepa, dua perahu mesin berkapasitas 17 dan 18 PK, serta satu bodi-bodi turut terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Duka semakin mendalam karena musibah ini juga menelan korban jiwa. Seorang warga lanjut usia, Muhammad (50), yang akrab disapa Papa Mega, dilaporkan mengalami lemas dan syok setelah mendengar teriakan kebakaran. Ia sempat dilarikan ke puskesmas setempat dan diduga mengalami serangan jantung. Meski telah mendapat penanganan medis, nyawanya tidak tertolong.
Imbauan Aparat dan Upaya Penanganan
KBO Reskrim Polres Polman, Iptu Iwan, mengimbau masyarakat agar tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi.
“Kami menghimbau warga untuk tidak memaksa masuk ke lokasi karena masih terdapat titik api yang berpotensi menyala kembali. Ini juga demi menjaga keamanan barang-barang korban yang mungkin masih bisa diselamatkan,” tegasnya.
Hingga kini, penyelidikan penyebab kebakaran masih terus berlangsung. Sementara itu, para korban berupaya bangkit di tengah suasana Ramadan yang seharusnya penuh ketenangan. Pemerintah daerah bersama pihak terkait tengah menyusun langkah-langkah penanganan serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.








