Majene,– Setelah menakhodai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene sejak tahun 2022, dr. Rakhmat Malik resmi memasuki masa purna tugas. Dalam kesempatan perpisahannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran atas kerja sama, dukungan, dan kontribusi selama masa kepemimpinannya.
“Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan. Saya berharap semangat kerja tetap terjaga, integritas terus dijaga, dan setiap individu terus mengembangkan diri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya penuh haru.
Selain itu, dr. Rakhmat juga berpesan agar seluruh jajaran Dinkes Majene terus mempererat tali silaturahmi dan saling mendukung dalam tugas, demi menjaga soliditas dan semangat kolektif dalam menjalankan fungsi pelayanan kesehatan.
Kini tongkat estafet kepemimpinan di Dinkes Majene berada di tangan Dra. Hj. Yuliani, yang dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas. Sebelumnya, Yuliani menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kemas) di instansi tersebut.
Sebagai Plt Kadis, Yuliani menunjukkan komitmennya dengan terus menguatkan pemahaman jajaran terhadap program Integrasi Layanan Primer (ILP)—sebuah inisiatif dari Kementerian Kesehatan RI yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2023.
“ILP bertujuan untuk mendekatkan akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menyeluruh pada setiap fase kehidupan, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif dan paliatif,” jelas Yuliani.
Ia menguraikan bahwa ILP berfokus pada tiga aspek utama:
Integrasi layanan berdasarkan siklus hidup
Perluasan jejaring pelayanan hingga ke tingkat kalurahan dan padukuhan
Penguatan pemantauan wilayah melalui dashboard situasi kesehatan
Dalam implementasinya, sistem kerja ILP mengelompokkan Puskesmas menjadi lima klaster:
Klaster 1: Manajemen
Klaster 2: Kesehatan Ibu dan Anak
Klaster 3: Kesehatan Dewasa dan Lansia
Klaster 4: Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan
Klaster 5: Lintas Klaster
Sasaran ILP meliputi seluruh tahapan usia, mulai dari ibu hamil, ibu bersalin, masa nifas, bayi, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia.
“Pelayanan dilakukan secara terpadu dengan pendekatan siklus kehidupan. Posyandu juga bertransformasi menjadi Posyandu ILP, tidak lagi terpisah-pisah berdasarkan usia, melainkan terintegrasi dalam satu layanan menyeluruh,” tambahnya.
Transformasi ini, menurut Yuliani, menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, merata, dan berkelanjutan di semua jenjang usia.
(Tim/AHN)








