Majene,— Kabupaten Majene mencatat sejarah penting dalam perjalanan pembangunan ekonomi kerakyatan melalui peluncuran serentak 82 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Senin (21/7).

Momentum ini menjadi tonggak strategis bagi pemberdayaan ekonomi berbasis desa. Tidak sekadar seremoni, peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen nasional membentuk 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, dengan Majene sebagai salah satu daerah pelopor.
Acara berlangsung semarak, penuh optimisme dan energi positif. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, M.Pd, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, para pimpinan OPD, camat, kepala desa/lurah se-Kabupaten Majene, notaris, Satgas pembentukan koperasi, lembaga keuangan, serta ratusan undangan lainnya.
Dengan mengusung tema “Koperasi Desa/Kelurahan Berdaulat, Indonesia Maju”, acara ini menegaskan semangat membangun kekuatan ekonomi dari akar rumput menuju kemandirian nasional.
Proses Terukur dan Partisipatif
Kepala Dinas Koperindag Majene, Hj. Nahdlah B. Fattah, SH, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembentukan 82 koperasi ini telah melalui proses panjang yang sistematis dan partisipatif.
Mulai dari tahap sosialisasi, musyawarah desa, pemilihan pengurus secara transparan, hingga pengurusan perizinan dilakukan secara tertib dan profesional. Koperasi yang dibentuk tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga instrumen strategis dalam penguatan ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyebutkan sejumlah sektor unggulan yang akan digarap koperasi ke depan, seperti pertanian organik, perikanan, kerajinan rakyat, dan pariwisata berbasis lokal.
Wabup: Koperasi Harus Dikelola Profesional
Dalam arahannya, Wakil Bupati Majene menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya koperasi Merah Putih ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh manajemen yang transparan, akuntabel, dan profesional.
“Jangan hanya berhenti pada peluncuran, tapi pastikan koperasi benar-benar berjalan dan berdampak. Pemerintah daerah siap mendampingi dan memfasilitasi pelatihan bagi pengurus maupun anggota koperasi,” tegasnya.
Ia juga mendorong para pengurus koperasi agar menggali dan mengembangkan potensi lokal, memperluas jaringan kemitraan, serta memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga keuangan.
Simbol Babak Baru Ekonomi Majene
Peluncuran ini sekaligus menjadi simbol dimulainya babak baru pembangunan ekonomi daerah yang berbasis pada gotong royong dan pemberdayaan masyarakat. Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak inovasi desa dan pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan simbolis Surat Keputusan (SK) pembentukan koperasi kepada para perwakilan desa dan kelurahan, menandai kesiapan Majene untuk melangkah maju dalam mewujudkan ekonomi rakyat yang berdaulat dan berkelanjutan.







