Majene  

Anggota DPRD Majene Terima Demonstran, Suara Rakyat Sampaikan Tuntutan Reformasi

Fhoto : Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Rasyid dan Napirman, hadir langsung di garda terdepan untuk menerima aspirasi masyarakat.

Majene – Aksi demonstrasi kembali menggema di Kabupaten Majene pada Sabtu (30/8/2025). Ratusan massa menyuarakan keresahan mereka terhadap kebijakan pemerintah dan tindakan aparat kepolisian yang dinilai semakin represif. Demonstran dengan tegas menuntut pembubaran DPR serta reformasi menyeluruh terhadap lembaga legislatif dan kepolisian.

Menariknya, dua anggota DPRD Majene dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yakni Abdul Rasyid dan Napirman, hadir langsung di garda terdepan untuk menerima aspirasi masyarakat. Kehadiran keduanya menjadi simbol keterbukaan wakil rakyat dalam menampung suara konstituennya.

Baca Juga  Semarak HUT ke-80 RI, Sekretariat Daerah Majene Gelar Beragam Lomba Meriah

Abdul Rasyid, legislator asal Daerah Pemilihan Majene 2 (Banggae Timur) dengan perolehan 1.240 suara, menegaskan pentingnya wakil rakyat mendengar secara langsung suara masyarakat. Sementara Napirman, yang mewakili Daerah Pemilihan Majene 3 (Pamboang dan Sendana) dengan raihan 2.140 suara, menilai aksi damai ini sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap masa depan bangsa.

Baca Juga  Pemkab Majene Lantik 71 Pejabat, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Publik

“Demonstrasi ini harus dipahami sebagai bentuk kecintaan rakyat pada negeri. Ketika suara mereka disalurkan dengan damai, maka tugas kita adalah mendengarkan,” ujar Napirman.

Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga warga biasa. Mereka membawa spanduk dan poster dengan seruan reformasi, menandakan bahwa keresahan ini dirasakan lintas lapisan.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polsek Pamboang Dampingi Distribusi Makanan Bergizi Gratis di SDN 18 Bababulo

Dengan diterimanya aspirasi secara terbuka oleh wakil rakyat, masyarakat berharap tuntutan mereka dapat diteruskan ke level kebijakan yang lebih tinggi. Demonstrasi di Majene ini pun menjadi catatan penting bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan dalam proses demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *