Majene  

Pemkab Majene terus memajukan sektor pariwisata dengan mengangkat nilai-nilai sejarah dan budaya lokal sebagai daya tarik utama

MAJENE,– Bupati Majene, DR. H. A. Achmad Syukri, SE., MM., secara resmi meluncurkan Layanan Bendi Wisata di kawasan Wisata Kota Tua Majene. Peluncuran ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Bumi Assamalewuang, Selasa (17/03/2026).

Acara yang berlangsung hangat di sore hari tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Majene, Sekretaris Daerah, serta para pegiat konten kreatif dan insan pers. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan dukungan kuat terhadap inovasi pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali daya tarik wisata sejarah.

Baca Juga  Kasi Intel Kejari Majene Hadiri Doa dan Dzikir Akhir Tahun di Masjid Abrar

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Syukri menegaskan bahwa bendi bukan sekadar alat transportasi tradisional, melainkan simbol warisan budaya yang memiliki nilai historis mendalam bagi masyarakat Mandar. Ia ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan dengan nuansa klasik yang tidak ditemukan di daerah lain.

Baca Juga  Rapat Paripurna Bahas RPJMD dan Perubahan APBD 2025

“Kita ingin menghidupkan kembali suasana Kawasan Kota Tua Majene sebagai destinasi yang unik dan berkarakter. Melalui Bendi Wisata ini, pengunjung dapat menikmati sejarah Majene dengan sentuhan budaya yang kental,” ujar Achmad Syukri.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya bagi para kusir bendi. Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan tercipta peluang usaha baru sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Majene.

Baca Juga  Pawai Budaya SDN 2 Kampung Baru dalam Semangat Sumpah Pemuda

Di akhir prosesi, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat, komunitas budaya, serta pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan program tersebut. Kini, masyarakat dan para pelancong dapat menikmati pengalaman berkeliling Kota Tua Majene menggunakan bendi, menghadirkan kembali memori kejayaan masa lalu dalam balutan pariwisata modern yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *