MAJENE,– Pemerintah Kabupaten Majene terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui pelaksanaan Aksi Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula Siammasei Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program nasional sekaligus upaya konkret meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di Bumi Assamalewuang.

Aksi tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd, bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mitra lintas sektor dari bidang kesehatan, pendidikan, sosial, lembaga non-pemerintah, serta unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan kondisi terkini serta tren penurunan angka stunting di Kabupaten Majene. Dalam pemaparan tersebut, disampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan, sekaligus langkah-langkah strategis yang telah dan akan dilakukan secara berkelanjutan.
Penanganan stunting, menurut para pemateri, membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi. Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi lingkungan, pola asuh anak, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Majene menegaskan pentingnya percepatan penanganan stunting melalui sinergi lintas sektor, termasuk pelibatan aktif perempuan sebagai garda terdepan dalam keluarga.
“Peran perempuan sangat strategis dalam pencegahan dan penanganan stunting, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara bersama dan tidak bisa dilakukan secara parsial.
“Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar program ini berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ujar Andi Ritamariani.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menginstruksikan seluruh OPD dan mitra terkait untuk mengawal secara maksimal program percepatan penurunan stunting hingga ke tingkat desa. Ia menekankan pentingnya intervensi yang terintegrasi, berkelanjutan, serta berbasis data yang akurat.
Peran aktif pemerintah desa, kader posyandu, serta masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memastikan program berjalan optimal di lapangan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi fokus utama, khususnya terkait pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, serta perawatan ibu hamil dan balita sebagai langkah preventif sejak dini.
“Dengan keterlibatan seluruh elemen, kita optimistis penurunan angka stunting di Majene dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Sulawesi Barat, Dr. Habibi, S.Km., M.Kes, turut menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antar seluruh pihak.
“Dengan kerja sama yang terarah dan berkesinambungan, Kabupaten Majene diharapkan mampu mencapai target sebagai daerah bebas stunting,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan komitmen seluruh pemangku kepentingan semakin solid dalam mengawal program percepatan penurunan stunting. Pemerintah Kabupaten Majene pun optimistis, dengan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, target penurunan stunting dapat tercapai secara signifikan, demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.








