Majene  

Pemkab Majene Tegaskan BBM Tidak Naik, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

MAJENE,— Pemerintah Kabupaten Majene melalui Bupati dan Wakil Bupati memberikan klarifikasi tegas terkait isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan beredar di tengah masyarakat. Informasi tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.

Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran resmi yang merujuk pada arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bahwa tidak ada kenaikan harga BBM.

“Ini sebenarnya dipicu oleh berita hoaks yang menyebutkan BBM akan naik, padahal faktanya tidak. Kami sudah mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Kabag SDA, Abrar Effendy, S.IP., M.Si., untuk turun langsung ke lapangan guna memantau situasi dan perkembangan selama 24 jam,” tegas Bupati.

Baca Juga  Ruang Perpustakaan SDN 36 Somba Kini Lebih Layak, Sekolah dan Warga Sampaikan Terima Kasih ke Pemda Majene

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Majene agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Mari kita sama-sama berdoa agar kondisi tetap kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. A. Ritamariani, M.Pd., meminta agar informasi yang benar segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, terutama melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta media.

Baca Juga  Halal Bihalal Pemkab Majene Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan Pasca-Idul Fitri

“Kami minta Diskominfo dan seluruh media untuk memaksimalkan penyebaran informasi ini, agar masyarakat benar-benar paham bahwa tidak akan ada kenaikan BBM. Istilahnya, ‘Oh andang toi namindai’, artinya Oh tidak akan naik,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pengaturan distribusi BBM, khususnya bagi sektor perikanan dan pertanian. Ia meminta dinas terkait untuk menyusun jadwal pengambilan BBM agar distribusi lebih tertib dan merata.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya fenomena penumpukan di SPBU akibat berkurangnya distribusi BBM eceran. Padahal, menurutnya, keberadaan pengecer memiliki peran penting dalam membantu masyarakat.

Baca Juga  RSUD Majene Berkomitmen Naik Kelas ke Tipe B, Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

“Pengecer ini sangat membantu, misalnya ada masyarakat yang kehabisan bensin dijalan sementara SPBU masih jauh, tentu lebih mudah mengisi di pengecer dibanding harus langsung ke SPBU. Ini perlu menjadi perhatian agar tidak terjadi penumpukan di SPBU,” jelasnya.

Dengan langkah cepat dan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Majene berharap situasi tetap terkendali serta masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *