Majene  

SDN 1 Luaor Terapkan Papan Interaktif Digital, Hadirkan Pembelajaran Lebih Interaktif

MAJENE – SDN 1 Luaor mulai menerapkan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar. Pemanfaatan perangkat digital ini sejalan dengan program prioritas digitalisasi pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Melalui pemanfaatan media visual dan fitur interaktif, proses pembelajaran tidak lagi terbatas pada metode ceramah dan penggunaan buku teks, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa di dalam kelas.

Kepala SDN 1 Luaor, Hasrat, S.Pd.SD., mengatakan penerapan papan interaktif digital menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menyesuaikan proses pendidikan dengan perkembangan teknologi.

Baca Juga  Tuntaskan Musrenbang tingkat Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Majene Matangkan Arah Pembangunan 2027

“Digitalisasi melalui papan interaktif ini membantu kami menghadirkan ruang kelas yang hidup. Siswa tidak lagi sekadar mendengarkan, tetapi terlibat langsung dalam menemukan pengetahuan,” ujarnya.

Materi Pelajaran Lebih Konkret dan Mudah Dipahami
Salah satu keunggulan Papan Interaktif Digital adalah kemampuannya menyajikan materi pembelajaran secara visual. Konsep yang sebelumnya sulit dipahami melalui penjelasan lisan atau buku cetak dapat disampaikan melalui gambar, animasi, video, hingga simulasi interaktif.

Dalam pembelajaran sains, misalnya, siswa dapat mengamati visualisasi proses alam. Sementara pada mata pelajaran matematika, guru dapat memanfaatkan tampilan digital untuk menjelaskan konsep dan memberikan latihan secara langsung.

Fitur layar sentuh juga memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dengan menulis, menggambar, memindahkan objek, serta mengikuti kuis edukatif di depan kelas. Interaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan perhatian, rasa ingin tahu, dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Baca Juga  Majene Run 2025: Ajang Promosi Wisata dan UMKM, Targetkan 2.500 Peserta

Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bertanya, mencoba, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kreativitas.

Dari sisi operasional, perangkat berbasis sistem operasi Android ini juga mendukung penggunaan materi pembelajaran tanpa harus selalu terhubung ke internet. Guru dapat memanfaatkan aplikasi yang tersedia, menayangkan berkas pembelajaran yang telah diunduh, serta menggunakan fitur berbagi layar dari perangkat yang kompatibel.

Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah bagi sekolah dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi, terutama ketika akses internet tidak tersedia atau mengalami kendala.

Didukung Pengelolaan dan Penggunaan yang Bijak
Agar pemanfaatan teknologi berjalan optimal, kesiapan perangkat harus diimbangi dengan pengelolaan sekolah yang baik. Ketersediaan listrik, penataan ruang kelas, posisi layar, serta kenyamanan pandangan siswa menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

Baca Juga  Gelar Sosialisasi Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah

Selain itu, penggunaan perangkat digital perlu disertai aturan yang jelas dan pembiasaan etika digital sejak dini. Guru dan siswa perlu diarahkan untuk menggunakan teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran, menjaga perangkat, serta memanfaatkan konten digital secara bertanggung jawab.

Pendampingan guru juga menjadi faktor penting agar kecanggihan perangkat benar-benar memberikan manfaat bagi proses belajar mengajar, bukan sekadar menjadi pelengkap fasilitas kelas.

Melalui penerapan Papan Interaktif Digital, SDN 1 Luaor di Kabupaten Majene diharapkan dapat terus mengembangkan pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, sekaligus membangun kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Laporan: HG
Editor: RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *