Majene,– Pemerintah Kabupaten Majene melaksanakan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kabupaten Majene Tahun 2027. Kegiatan ini digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Jumat (30/1/2026), sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Pelaksanaan forum tersebut berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah, termasuk evaluasi rancangan peraturan daerah tentang RPJPD dan RPJMD serta tata cara perubahan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Laporan Ketua Panitia yang dibacakan oleh Hj. Syur Ariaty, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Selain itu, kegiatan ini juga menindaklanjuti Surat Bupati Majene Nomor T.000.1.5/95/1/2026 tanggal 27 Januari 2026 tentang undangan pelaksanaan kegiatan Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD.


Lebih lanjut dijelaskan, maksud diselenggarakannya forum ini adalah untuk menyampaikan secara awal sasaran dan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Majene Tahun 2027. Adapun tujuan kegiatan ini yakni menjaring aspirasi dan harapan para pemangku kepentingan, serta merumuskan masukan dan saran terhadap Ranwal RKPD 2027 yang akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Majene.
Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. A. Ritamariani, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD merupakan amanat regulasi yang wajib dilaksanakan dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, forum ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan, saran, dan aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan.
“Aspirasi yang disampaikan dalam forum ini sangat diharapkan, karena menjadi bahan penting agar program-program pembangunan ke depan dapat disusun secara fokus, terarah, dan tepat sasaran. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi seluruh masukan akan dituangkan dalam dokumen perencanaan yang menjadi pegangan dalam pelaksanaan program pemerintah daerah,” ujar Wakil Bupati.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Majene menyampaikan pantun sebagai penutup.
Buah mangga, buah kedondong,
Itulah nama-nama buah terimalah salam saya,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Forum Konsultasi Publik tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Majene, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Majene, Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, pimpinan OPD, Rektor Unsulbar, Rektor STAIN, Kepala BPS, Direktur UPBJJ UT Majene, para camat se-Kabupaten Majene, fasilitator, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga swadaya masyarakat, akademisi, media, serta organisasi wanita Kabupaten Majene.








