MAJENE — SD Negeri 2 Deking, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, menggelar Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari kegiatan kebencanaan di tingkat Kabupaten Majene yang sebelumnya melibatkan sejumlah satuan pendidikan. Sebagai bentuk komitmen terhadap kesiapsiagaan bencana, pihak sekolah kemudian berinisiatif meminta pendampingan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene.
Sosialisasi dan simulasi tersebut diikuti oleh guru dan siswa. Peserta mendapatkan edukasi mengenai mitigasi bencana, khususnya gempa bumi, termasuk langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.
Selain materi mitigasi gempa, para guru juga mendapatkan pembekalan mengenai tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam melakukan penanganan awal ketika terjadi kondisi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, Asrul selaku Analis Kebijakan turut memberikan pendampingan terkait penerapan konsep SPAB di lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri 2 Deking, Muhammad Nasri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan kebencanaan yang sebelumnya digelar di tingkat kabupaten dan melibatkan pihak sekolah.
“Awalnya ada kegiatan di kabupaten yang melibatkan sekolah. Nah, tindak lanjut daripada itu, kami langsung mengadakan kegiatan dan memanggil pihak BPBD untuk membantu sosialisasi sekaligus simulasi terhadap para guru dan siswa,” ujar Muhammad Nasri.
Menurutnya, kegiatan SPAB diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.
Pihak sekolah juga berharap pendampingan serupa dapat terus dilakukan BPBD di sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Majene. Dengan demikian, semakin banyak satuan pendidikan yang memahami standar dan tata cara penerapan SPAB.
“Harapannya, BPBD bisa melakukan hal yang sama di sekolah-sekolah lainnya. Ini penting agar sekolah memiliki kesiapsiagaan dan tata cara yang benar ketika menghadapi bencana,” harap pihak sekolah.
Sumber: EPN
Editor: Rz







