MAJENE,— Pemerintah Kabupaten Majene resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Tahun Anggaran 2026, Kamis (29/1/2026), bertempat di Ruang Pola Sekretariat Daerah Kabupaten Majene. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Majene dan diikuti oleh 38 peserta CPNS dari berbagai perangkat daerah.

Pelaksanaan Latsar CPNS tersebut diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Majene bekerja sama dengan Pusat Sumber Keterampilan dan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Makassar.
Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan undangan resmi bernomor 800/BKPSDM/32/1/2026 tertanggal 27 Januari 2026 yang diterbitkan oleh BKPSDM Kabupaten Majene. Undangan tersebut ditandatangani secara elektronik oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Majene, Hj. Fatmawaty, S.H., M.M., dengan sertifikat elektronik dari Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Manajemen Pemerintahan LAN RI Makassar beserta jajaran, Kepala BKPSDM Kabupaten Majene, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur RSUD Kabupaten Majene, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Majene, para Kepala Puskesmas, panitia penyelenggara, serta seluruh peserta Latsar CPNS.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Majene menegaskan bahwa Pelatihan Dasar CPNS merupakan tahapan strategis dan wajib yang harus dilalui oleh setiap calon aparatur sipil negara. Latsar tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk karakter ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“LATSAR bukan sekadar pelatihan formal, tetapi merupakan proses pembentukan jati diri ASN sebagai pelayan masyarakat, pelaksana kebijakan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa,” ujar Wakil Bupati.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, setiap CPNS wajib mengikuti dan lulus Latsar sebagai syarat pengangkatan menjadi PNS. Peserta hanya diberikan satu kali kesempatan selama masa percobaan. Sementara itu, Peraturan LAN Nomor 1 Tahun 2021 mengatur bahwa pelaksanaan Latsar CPNS dapat dilakukan secara klasikal maupun melalui metode Blended Learning.
Sejak pandemi COVID-19 tahun 2020, model Blended Learning diterapkan secara luas dan dinilai sejalan dengan tuntutan era digital. Metode ini mengombinasikan pembelajaran daring melalui MOOC, distance learning berupa kelas virtual dan pembinaan fisik, serta aktualisasi di tempat kerja melalui proyek perubahan dan penerapan perilaku kerja ASN.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Majene juga menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai dasar ASN yang dikenal dengan BERAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam sikap dan kinerja sehari-hari.
“Kita menghadapi tantangan birokrasi yang semakin kompleks. Masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Oleh karena itu, ASN harus adaptif terhadap perubahan serta kuat secara moral dan mental,” tegasnya.
Kepada seluruh peserta Latsar CPNS, Wakil Bupati menyampaikan harapan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Ia juga berharap Latsar ini dapat melahirkan ASN Kabupaten Majene yang berintegritas tinggi, menjunjung etika birokrasi, bekerja dengan hati nurani, loyal kepada negara, serta mengutamakan kepentingan pelayanan publik.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati Majene menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKPSDM Kabupaten Majene, para widyaiswara, fasilitator, serta seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap Pelaksanaan Latsar CPNS Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi n








