Majene  

Disdikpora Majene Canangkan “Jumat Berbahasa Mandar”, Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah di Sekolah

MAJENE – Upaya melestarikan bahasa daerah dan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda terus diperkuat melalui lingkungan pendidikan. Salah satunya dilakukan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene melalui pencanangan program “Jumat Berbahasa Mandar” di seluruh satuan pendidikan.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi hasil Kongres Bahasa Daerah Pertama sekaligus langkah nyata dalam menjaga eksistensi bahasa Mandar sebagai identitas dan warisan budaya masyarakat Mandar di tengah derasnya arus modernisasi.

Dilansir dari laman Kilas Sulawesi, pencanangan program ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Disdikpora Majene, Andi Asraf, bersama Bupati Majene, Andi Achmad Syukri. Deklarasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026.

Baca Juga  Maulid Nabi 1448 H di Majene Jadi Momentum Memperkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial

Melalui kebijakan ini, seluruh tenaga pendidik dan peserta didik diwajibkan menggunakan bahasa Mandar dalam interaksi serta berbagai aktivitas di lingkungan sekolah setiap hari Jumat.

Penerapan program tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan berbahasa daerah sejak dini, sekaligus menjadikan sekolah sebagai ruang strategis dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya lokal.

Lebih dari sekadar penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari, “Jumat Berbahasa Mandar” juga mengandung nilai pendidikan karakter. Bahasa daerah menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri, memperkuat identitas daerah, serta menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman.

Baca Juga  Diskominfo Majene Ambil Bagian dalam Kerja Bakti

Selain itu, penguatan bahasa ibu di lingkungan pendidikan diharapkan dapat mendekatkan generasi muda dengan nilai-nilai luhur masyarakat Mandar, seperti kebersamaan, kesantunan, penghormatan terhadap sesama, dan semangat gotong royong.

Program ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tokoh adat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga dan institusi pendidikan.

Baca Juga  Kominfo Majene Gelar Jum’at Bersih di Taman Kota, Dukung Gerakan Indonesia Bersih dan Majene Mappaccing

Dengan adanya pencanangan “Jumat Berbahasa Mandar”, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pewarisan identitas, tradisi, dan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi penerus.

Langkah Disdikpora Majene tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar bahasa Mandar tetap hidup, digunakan, dan diwariskan lintas generasi, sehingga kekayaan budaya daerah tetap menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda di era modern.

Tim Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *