Majene  

Maulid Nabi 1448 H di Majene Jadi Momentum Memperkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial

MAJENE — Pemerintah Kabupaten Majene bersama berbagai unsur organisasi keagamaan dan sosial menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan penuh khidmat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Senin (14/9/2026).

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Sejarah Menumbuhkan Persatuan dan Kepedulian dalam Mewujudkan Majene yang Maju, Mandiri, dan Berbudaya.” Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, peduli, dan saling menguatkan.

Penyelenggaraan Maulid tahun ini juga menghadirkan nuansa berbeda melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai organisasi keagamaan dan sosial. Sebelum acara utama berlangsung, rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Istisqa secara berjamaah sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan.

Salat Istisqa tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama Pemerintah Kabupaten Majene dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau, sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan serta potensi kebakaran yang dapat terjadi di sejumlah wilayah.

Baca Juga  Pjs Bupati Majene, H. Habibi Azis Hadiri HKN ke-60: Gerak Bersama Sehat Bersama untuk Kabupaten Majene

Suasana religius semakin terasa dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat, serta Mahalul Qiyam yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Majene, Hj. Andi Najmah B. Fattah.

Dalam laporan panitia, Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene sekaligus Ketua BKMT Majene, Hj. Andi Najibah B. Fattah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan Maulid dirancang melalui konsep kolaboratif sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran dan waktu.

Menurutnya, kolaborasi tersebut sekaligus mencerminkan semangat penerapan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, khususnya dalam membangun kerja sama, memberikan pelayanan terbaik, serta menghadirkan kegiatan pemerintahan yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Majene dengan sejumlah organisasi dan lembaga strategis, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majene, Perhimpunan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Majene, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Majene, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Majene, TP PKK Kabupaten Majene, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Majene, serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majene.

Baca Juga  Maulid Nabi di Kabupaten Majene, Gubernur SDK Tekankan Harmoni Agama dan Budaya Mandar

Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh dimaknai sebatas rutinitas seremonial tahunan. Momentum tersebut harus mampu menjadi sarana untuk memperkuat keimanan sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial,” tegasnya.

Menurut Bupati, persatuan merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan daerah. Di tengah keberagaman masyarakat, semangat kebersamaan dan kepedulian harus terus dirawat agar seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama mendukung program pembangunan.

Baca Juga  Pemkab Majene Gelar Ramah Tamah HUT ke-80 RI, Bupati Tekankan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Majene untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan bermasyarakat, pemerintahan maupun dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Semangat Maulid harus kita aktualisasikan dalam bentuk kepedulian kepada sesama, memperkuat ukhuwah, menjaga kerukunan dan bersama-sama membangun Majene yang maju, mandiri dan berbudaya,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun masyarakat Majene yang religius, harmonis, peduli dan memiliki semangat gotong royong.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, organisasi sosial dan masyarakat, nilai-nilai persatuan serta kepedulian sosial diharapkan semakin tumbuh dan menjadi kekuatan dalam mewujudkan visi Kabupaten Majene yang Maju, Mandiri, dan Berbudaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *