Majene  

Di Tengah Jam Istirahat, Guru Kelas I SDN 41 Rangas Ajak Siswa Belajar Berhitung dengan Gambar Buah

MAJENE — Suasana berbeda terlihat di selasar kelas I SDN 41 Rangas, Majene, Sabtu (3/10/2026). Ketika bel istirahat berbunyi dan sebagian siswa memilih bermain, seorang guru justru memanfaatkan waktu tersebut untuk mengajak anak didiknya belajar dengan cara yang menyenangkan.

Adalah Ibu Ulfa, S.Pd., guru kelas I SDN 41 Rangas, yang mengajak sejumlah siswanya belajar berhitung menggunakan gambar buah-buahan berwarna-warni. Metode sederhana tersebut berhasil menciptakan suasana belajar yang santai, interaktif, sekaligus penuh keceriaan.

Tanpa papan tulis dan suasana kelas yang formal, Ibu Ulfa berdialog langsung dengan para siswa sambil memberikan tantangan berhitung melalui gambar. Anak-anak pun terlihat antusias menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

Baca Juga  Majene Matangkan Rencana Pembangunan 2026 Lewat Musrenbang RKPD: Fokus pada Ekonomi, SDM, dan Lingkungan

Bagi Ibu Ulfa, proses pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dan terpaku pada jam pelajaran. Kedekatan emosional antara guru dan siswa menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi anak-anak.

“Hubungan emosional yang baik adalah kunci agar anak-anak nyaman belajar. Ketika mereka sudah merasa dekat dan senang dengan gurunya, menyerap pelajaran sesulit apa pun akan terasa lebih mudah dan menyenangkan bagi mereka,” ujar Ibu Ulfa.

Pendekatan visual dengan menggunakan gambar buah juga menjadi cara untuk menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa kelas I yang masih berada pada fase transisi dari dunia bermain menuju pembelajaran formal.

Baca Juga  Kadis Kominfo Majene Himbau Seluruh Staf Laksanakan Kerja Bakti Dukung Program Majene Mappaccing

Melalui metode tersebut, konsep berhitung yang bagi sebagian anak mungkin terasa sulit menjadi lebih konkret dan mudah dipahami. Gambar-gambar buah yang menarik perhatian anak membuat proses belajar terasa seperti bermain, tanpa menghilangkan tujuan pembelajaran.

Interaksi antara guru dan siswa pun berlangsung hangat. Tidak terlihat sekat yang kaku antara pendidik dan peserta didik. Dialog dua arah, tawa, serta keseriusan anak-anak ketika menjawab soal menjadi bagian dari proses belajar yang berlangsung secara alami.

Apa yang dilakukan Ibu Ulfa menjadi gambaran bahwa kreativitas guru dapat hadir dalam berbagai situasi, termasuk memanfaatkan waktu istirahat untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Majene Hadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 di Mamasa, Sulawesi Barat: Penguatan Keluarga sebagai Pilar Pembangunan Indonesia Maju

Lebih dari sekadar mengajarkan angka dan berhitung, kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun rasa nyaman dan kedekatan dengan siswa sejak pendidikan dasar.

Sebab, pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan materi dan kurikulum. Di balik proses tersebut, ada tugas penting seorang guru untuk membangun kepercayaan, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta menanamkan kecintaan anak terhadap proses belajar.

Dari selasar sederhana SDN 41 Rangas, semangat itu terlihat: ketika belajar dibuat dekat dengan dunia anak, ilmu pun dapat hadir dengan cara yang lebih menyenangkan.

HG/RZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *