MAJENE, — Bupati Majene Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Majene Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd., dan rombongan melakukan kunjungan kerja sekaligus inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Majene, Selasa (15/9/2026).
Sidak tersebut menyasar beberapa titik SPBU, yakni Pertamina/SPBU Lembang, Rangas, Tammero, hingga SPBU Malunda. Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Majene.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari keresahan masyarakat terkait kelangkaan BBM dan panjangnya antrean di sejumlah SPBU. Sidak juga menjadi bagian dari kesepakatan Pemerintah Kabupaten Majene bersama Aliansi Mahasiswa Majene (AMM) dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Bupati Majene pada Jumat (11/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Andi Achmad Syukri menegaskan pentingnya pelayanan yang adil, transparan, dan sesuai ketentuan kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengingatkan para pengelola dan petugas SPBU agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Bupati maupun Wakil Bupati untuk mendapatkan pelayanan khusus.
“Kalau ada oknum sopir maupun pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjual nama Bupati dan Wakil Bupati agar dilayani tanpa antre, jangan dipercaya dan jangan dilayani,” tegas Bupati Andi Achmad Syukri di hadapan para pengelola SPBU.
Menurutnya, dirinya bersama Wakil Bupati tidak pernah memberikan kewenangan kepada siapa pun untuk menggunakan nama atau jabatan pimpinan daerah demi kepentingan pribadi. Praktik semacam itu dinilai dapat mencederai rasa keadilan masyarakat serta menimbulkan keresahan di tengah kondisi antrean BBM.
Dalam sidak tersebut juga dibahas mekanisme pelayanan BBM bagi masyarakat yang menggunakan jerigen, khususnya para nelayan. Bupati menjelaskan bahwa rekomendasi bagi nelayan diberikan secara resmi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene serta Kadis Pertanian bagi para petani. Pihak Pertamina menyampaikan akan membuka kembali pelayanan bagi pengguna jerigen yang membawa rekomendasi resmi yang telah ditandatangani oleh kepala dinas terkait.
Bupati meminta seluruh pengelola dan petugas SPBU untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila terdapat pihak yang mengaku membawa pesan atau instruksi khusus dari Bupati maupun Wakil Bupati, petugas diminta melakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui jalur resmi sebelum memberikan pelayanan khusus.
Bupati juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas tanpa toleransi kepada siapa pun yang terbukti menyalahgunakan nama pimpinan daerah ataupun melakukan manipulasi dalam pelayanan dan penyaluran BBM.
Pemerintah Kabupaten Majene mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi proses penyaluran BBM. Warga diharapkan tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik mencurigakan, penyalahgunaan kewenangan, maupun bentuk pelayanan yang tidak adil.
Melalui sidak tersebut, Pemkab Majene berharap pelayanan BBM dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan berkeadilan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi serta keresahan akibat antrean dan kelangkaan BBM dapat segera diminimalisir.







