MAJENE, Aspirasi agar dosen diberi hak memilih langsung wakilnya ke Senat Universitas terus meluas.
Selain menyerukan agar dosen diberi hak memilih sendiri wakilnya secara langsung, Guru Besar Unsulbar juga menyatakan, idealnya tidak ada rangkap jabatan di unsur “Wakil Dosen” di Senat Universitas.
Guru Besar Unsulbar, Prof. Dr. Burhanuddin Idris kepada jurnalis karakter, Vinolia, Selasa, 03/02/2026 menegaskan, frasa pasal 42 ayat (1) huruf a Peraturan Menteri Diktisaintek no. 38/2025 tentang Statuta Unsulbar, menyebutkan bahwa anggota Senat terdiri atas, antara lain : 2 (dua) orang wakil dosen.
” Berikan hak dosen untuk memilih sendiri siapa yang akan mewakilinya. Bukan dipilih oleh Senat Fakultas atau ditunjuk Dekan. Kalau (ditunjuk,-) itu jelas bertentangan dengan Peraturan Menteri tentang Statuta,” tegas Prof. Burhanuddin yang hingga saat ini merupakan satu – satunya guru besar berhome base di Unsulbar.
Lebih lanjut, Pasal 42 ayat (5) PermendiktiSaintek no 38/2025 menyebukan dengan tegas diksi “PEMILIHAN” untuk pengisian anggota Senat Universitas wakil dari dosen, 2 (orang) tiap fakultas.
Menurutnya, Filosofi hak pilih yang melekat pada dosen di perguruan tinggi berakar pada perannya sebagai civitas academika yang memegang kedaulatan akademik. Dosen tidak hanya sekadar pengajar, tetapi juga peneliti, pengabdi masyarakat, dan pemegang otoritas keilmuan yang bertanggung jawab atas arah kebijakan institusi.
Selain unsur “Wakil Dosen”, anggota Senat Unsulbar sesuai statuta baru Unsulbar juga terdiri atas : Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan Kepala Lembaga.
Senada dengan Prof. Burhanuddin, Dosen Fakultas Ekonomi Unsulbar, Muhammad Yusran juga berpandangan, idealnya “WAKIL DOSEN” dipilih sendiri oleh dosen, bukan diwakilkan untuk dipilih Senat Fakultas.
Ia mendukung agar semua dosen tetap di fakultas masing – masing diberikan hak memilih langsung “WAKIL DOSEN” ke Senat Unsulbar.
” Peran Senat Universitas sangat penting, kita berharap wakil dosen yang duduk disana betul- betul akan membawa aspirasi dosen, menyuarakan aspirasi civitas akademika Unsulbar,” kata Yusran yang juga pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia. (ADV)








