MAJENE, – Pemerintah Kabupaten Majene secara resmi melepas Jamaah Calon Haji (JCH) Kloter 19 Tahun 2026 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Ahad (3/5/2026).

Pelepasan dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Administrasi, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Majene, Drs. H. Mustamin, yang mewakili Bupati Majene. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan DPRD Majene, perwakilan dari Dandim 1401 Majene, perwakilan dari Kapolres Majene, Kejaksaan Negeri Majene, Ketua Pengadilan Negeri Majene, jajaran Kementerian Agama, staf ahli bupati, para asisten Setda, kepala OPD, Direktur RSUD Majene, camat, hingga sejumlah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Mustamin menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Majene yang tidak dapat hadir secara langsung. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Bupati telah menghadiri agenda pelepasan Paskibraka untuk seleksi tingkat provinsi, namun karena adanya penyesuaian waktu, beliau harus menghadiri agenda penting lainnya, yakni melepas jenazah almarhum H. Ahmadia, tokoh yang dinilai berjasa bagi masyarakat dan daerah.

“Bupati menyampaikan salam hormat, salam sehat, serta doa terbaik kepada seluruh jamaah calon haji agar diberikan kelancaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah,” ujar Mustamin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat disegani dalam penyelenggaraan ibadah haji, termasuk jamaah dari Sulawesi Barat, khususnya Majene, yang turut membawa nama baik daerah.
Ia juga menyampaikan pesan Bupati agar para jamaah meluruskan niat dalam berhaji serta menjadikan momen tersebut sebagai bagian dari kontribusi spiritual bagi daerah.
“Majene membutuhkan duta-duta yang tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga memiliki nilai ilmu pengetahuan” tuturnya.
Prosesi pelepasan semakin khusyuk saat doa dan talbiyah dipimpin oleh perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Majene, Dr. H. A. Amrullah Akil, Lc., M.Ag. Lantunan “Labbaikallahumma labbaik” yang diikuti oleh jamaah dan hadirin menggema di pendopo, menambah suasana haru dan penuh kekhidmatan.
Sementara itu, laporan panitia disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Haji dan Umrah Majene, H. Mustakim. Ia mengungkapkan bahwa jumlah jamaah calon haji tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Jika biasanya kuota mencapai ratusan orang, tahun ini hanya sebanyak 9 jamaah. Hal ini disebabkan oleh kebijakan penetapan kuota berbasis provinsi oleh pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah yang telah disetujui DPR RI,” jelasnya.
Meski jumlahnya terbatas, Pemerintah Kabupaten Majene berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.








