MAJENE – Penerapan Kurikulum Merdeka di jenjang Sekolah Dasar (SD) mendorong guru untuk semakin kreatif dalam memetakan materi pembelajaran. Langkah tersebut dinilai penting agar konsep yang disampaikan lebih mudah dipahami sekaligus mampu memperkuat kemampuan numerasi peserta didik.
Hal itu disampaikan Ibrahim, S.Pd., Gr., guru kelas V SDN 22 Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ia membagikan pemetaan materi Matematika kelas V yang menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan numerasi siswa.
Kepada tim media Lapan6Online, Kamis (24/9), Ibrahim menjelaskan bahwa pembelajaran Matematika kelas V dalam Kurikulum Merdeka dirancang secara sistematis. Siswa tidak hanya diarahkan untuk menghafal rumus, tetapi juga memahami konsep serta mampu menerapkannya dalam berbagai persoalan.
“Mata pelajaran Matematika untuk kelas V Sekolah Dasar (SD) berdasarkan Kurikulum Merdeka mencakup berbagai bab utama yang berfokus pada penguatan bilangan hingga pengukuran dan geometri,” ujar Ibrahim.
Menurut Ibrahim, terdapat delapan materi utama yang menjadi bagian penting dalam pembelajaran Matematika kelas V SD.
Pertama, bilangan cacah sampai 100.000. Pada materi ini, siswa belajar membaca, menulis, membandingkan, dan mengurutkan bilangan cacah, termasuk memahami nilai tempat setiap angka.
Kedua, Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Materi ini diarahkan untuk melatih kemampuan berpikir logis dan sistematis dalam menyelesaikan persoalan matematika.
Ketiga, bilangan pecahan. Siswa mempelajari operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan, termasuk pecahan campuran serta pecahan dengan penyebut berbeda.
Keempat, bilangan desimal. Pembelajaran mencakup kemampuan membaca dan menulis bilangan desimal, memahami nilai tempat, hingga menyelesaikan berbagai operasi hitung yang berkaitan dengan bilangan desimal.
Kelima, keliling dan luas bangun datar. Siswa diperkenalkan pada cara menghitung keliling dan luas berbagai bangun datar, seperti segitiga, segi banyak, dan lingkaran.
Keenam, pengukuran dan volume. Pada bagian ini, siswa mempelajari konversi satuan ukuran serta menghitung volume berbagai bangun ruang.
Ketujuh, rasio, denah, dan koordinat. Materi tersebut membantu siswa memahami konsep dasar rasio sekaligus membaca posisi atau letak suatu objek melalui denah maupun bidang koordinat.
Kedelapan, penyajian data. Siswa dilatih mengumpulkan, membaca, mengolah, dan menyajikan data dalam bentuk tabel maupun diagram agar mampu memahami informasi secara lebih sistematis.
Ibrahim berharap pemetaan materi tersebut dapat membantu guru melaksanakan pembelajaran secara lebih terarah dan kontekstual. Menurutnya, penguatan kemampuan numerasi sejak jenjang sekolah dasar menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan kemampuan berpikir siswa.
Dengan pembelajaran yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman konsep dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis serta lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran pada jenjang berikutnya.
Penerapan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Majene pun diharapkan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga proses pembelajaran di sekolah dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
(Red/Lapan6Online)
Editor : Rz









