Majene  

Hadapi El Nino, Wabup Majene Minta Penyuluh Pertanian Turun ke Lapangan

MAJENE – Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani Basharoe, meminta seluruh penyuluh pertanian untuk aktif mendampingi petani di lapangan guna mengantisipasi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Hal tersebut ditegaskannya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para penyuluh pertanian se-Kabupaten Majene di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (1/9/2026).

Andi Rita menekankan bahwa penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran mereka di lahan pertanian sangat krusial untuk menjaga produktivitas dan mencegah risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga  Semangat Sumpah Pemuda, Kepala SDN 22 Soreang Ajak Generasi Muda Jadi Agen Perubahan

“Penyuluh adalah ujung tombak kami di lapangan. Saya minta jangan hanya di kantor. Turun ke lahan, dampingi petani dari olah tanah sampai panen,” ujarnya.

Andi Rita berharap penguatan koordinasi antara penyuluh, Dinas Pertanian, dan petani dapat memastikan ketahanan pangan di Kabupaten Majene tetap terjaga secara berkelanjutan.

Baca Juga  Tinjau Operasi Pangan Murah di Majene, Mentan Amran Harap Harga Beras Turun 1-2 Minggu ke Depan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majene, Andi Adlina Basaroe, melaporkan bahwa daerahnya saat ini masih mengalami surplus komoditas beras dan jagung. Meski demikian, langkah antisipasi tetap harus diperkuat melalui penerapan metode tani yang adaptif dan pemanfaatan teknologi.

Baca Juga  Wabup Majene Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Optimalisasi Pajak dan Pengelolaan Sampah

“Ancaman kekeringan dampak cuaca ekstrem dan kemarau panjang harus disikapi secara tepat. Tugas penyuluh adalah memastikan kondisi para petani dan intens memantau wilayah masing-masing di musim kemarau ini,” kata Andi Adlina.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Majene mendorong aksi kolaboratif dan respons cepat di lapangan agar produksi pertanian daerah tetap stabil di tengah tantangan perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *