Majene  

H. Kaimuddin Pimpin Upacara Sumpah Pemuda di SDN 18 Bababulo, Tekankan 7 Nilai Kebangsaan.

MAJENE – Dataran lapangan Sekolah Dasar (SD) Negeri 18 Bababulo, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, tampak berbeda dan jauh lebih semarak pada Rabu, 28 Oktober 2026. Ratusan siswa dan guru memadati area upacara dengan mengenakan pakaian adat khas Mandar lengkap dengan wastra ikonik Lipa Saqbe Mandar yang memikat mata.
Perpaduan warna cerah dan corak geometris sutra tenun tradisional tersebut menghiasi jalannya upacara bendera dan pembacaan ikrar Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan penuh khidmat. Kehadiran busana adat ini menjadi simbol nyata dari kebanggaan terhadap identitas lokal di tengah semangat persatuan nasional.
Kepala Sekolah SDN 18 Bababulo, Bapak H. Kaimuddin, S.Pd., yang bertindak langsung sebagai pembina upacara menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme seluruh warga sekolah. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa keelokan kain Saqbe Mandar yang dipakai hari ini mencerminkan filosofi tenunan karakter yang kuat, yang harus diwujudkan dalam 7 nilai penting Sumpah Pemuda di era modern:

  • Persatuan dan Kesatuan: Mengutamakan semangat satu bangsa, satu tanah air, dan satu tujuan demi menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, dan ras.
  • Rela Berkorban: Menanggalkan ego pribadi maupun ego kedaerahan atau organisasi demi kepentingan yang lebih besar bagi bangsa.
  • Cinta Tanah Air (Nasionalisme): Memiliki rasa bangga dan tanggung jawab terhadap kedaulatan serta kemajuan wilayah Indonesia.
  • Menjunjung Bahasa Persatuan: Menggunakan dan membanggakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai identitas nasional.
  • Toleransi dan Menghargai Perbedaan: Menerima keragaman budaya dan sosial sebagai kekuatan bangsa, bukan sebagai pemicu perpecahan.
  • Optimisme Kolektif dan Kritis: Bersikap kritis dalam mengawal perjalanan bangsa serta menatap masa depan dengan penuh harapan dan tindakan nyata.
  • Tanggung Jawab Moral di Era Digital: Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan inovasi positif, menjaga literasi digital, serta melawan intoleransi dan ketidakpedulian sosial.
    Kilau benang emas dari Lipa Saqbe Mandar yang berpadu dengan kibaran bendera Merah Putih menciptakan atmosfer nasionalisme yang kental hingga akhir acara. Melalui momentum peringatan tahun 2026 ini, SDN 18 Bababulo berkomitmen menempa para murid menjadi generasi digital yang cerdas tanpa sedikit pun melupakan akar budaya tanah Mandar.
Baca Juga  Diduga Sisa Api Kayu Bakar, Rumah Warga di Majene Terbakar, Kerugian Capai Rp15 Juta

HG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *