MAJENE, – Satu unit rumah warga di Lingkungan Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dilalap api pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 08.40 WITA. Peristiwa tersebut diduga dipicu sisa pembakaran kayu bakar yang digunakan pemilik rumah untuk memasak air.
Pemilik rumah, Nurlina (61), diketahui meninggalkan kediamannya setelah memasak air menggunakan kayu bakar. Ia kemudian beranjak menuju rumah saudaranya.
Namun, tak lama setelah meninggalkan rumah, Nurlina menerima kabar bahwa kediamannya terbakar. Ia pun segera kembali ke lokasi dan mendapati sebagian rumahnya telah dilalap api.
Mendapat laporan kebakaran tersebut, personel Polsek Banggae segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama petugas pemadam kebakaran untuk membantu proses penanganan serta memastikan situasi tetap aman.
Kapolsek Banggae, Iptu Hasbi, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga bermula dari sisa pembakaran kayu yang digunakan korban untuk memasak air.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan satu unit mobil pemadam dan satu unit kendaraan penyuplai air untuk menjinakkan api. Upaya pemadaman dilakukan dengan cepat guna mencegah kobaran api merembet ke bangunan lain maupun rumah warga di sekitarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp15 juta.
Berdasarkan pemeriksaan awal, api diduga berasal dari kayu bakar yang belum sepenuhnya padam saat pemilik rumah meninggalkan kediamannya. Meski demikian, penyebab kebakaran tersebut masih merupakan dugaan awal berdasarkan keterangan yang diperoleh di lokasi.
Menyikapi kejadian itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kayu bakar maupun sumber api lainnya untuk keperluan rumah tangga.
Warga diminta memastikan api dan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Langkah sederhana tersebut penting dilakukan untuk mencegah kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian materiil hingga membahayakan keselamatan jiwa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengabaikan potensi bahaya dari sisa pembakaran, sekalipun aktivitas memasak telah selesai dilakukan.









